Panduan Pengisian SATUSEHAT
Di halaman ini
- Arti Checklist
- Urutan Pengisian di Aplikasi
- 1. Konfigurasi dan Mapping SATUSEHAT
- 2. Master Organisasi (Organization)
- 3. Master Lokasi (Location)
- 4. Master Tenaga Kesehatan (Practitioner)
- 5. Master Pasien (Patient)
- 6. Consent dan KYC Pasien
- 7. Pendaftaran dan Kunjungan (Encounter)
- 8. Keluhan Utama, Anamnesis, Riwayat Penyakit
- 9. Diagnosis (Condition)
- 10. Tanda Vital dan Observasi Klinis (Observation)
- 11. Tindakan (Procedure)
- 12. Permintaan Pemeriksaan (ServiceRequest)
- 13. Spesimen (Specimen)
- 14. Hasil Pemeriksaan (Observation dan DiagnosticReport)
- 15. Radiologi (ImagingStudy)
- 16. Data Obat (Medication)
- 17. Resep Obat (MedicationRequest)
- 18. Tebus/Penyerahan Obat (MedicationDispense)
- 19. Alergi dan Intoleransi (AllergyIntolerance)
- 20. Resume Medis/Dokumen (Composition)
- 21. Rencana Perawatan dan Jadwal Kontrol (CarePlan)
- 22. Catatan Pengobatan (MedicationStatement)
- 23. Respon Kuesioner (QuestionnaireResponse)
- 24. Episode Perawatan (EpisodeOfCare)
- 25. Billing: Coverage, Account, ChargeItem, Invoice
- 26. Monitoring dan Pengiriman
- Checklist Cepat Sebelum Sinkronisasi
- Penyebab Gagal Kirim yang Paling Sering
Panduan Pengisian SATUSEHAT di Aplikasi SIMGOS

Panduan ini ditujukan untuk operator/admin SIMGOS saat melengkapi data di aplikasi agar resource SATUSEHAT dapat terbentuk, valid, dan terkirim. Fokusnya bukan struktur JSON, tetapi field/variabel yang wajib diisi, harus sesuai mapping, dan harus benar sebelum sinkronisasi.
💡 Tips — Gunakan sebagai checklist operasional
Kerjakan berurutan dari konfigurasi dan mapping, master data, pendaftaran, data klinis, farmasi, sampai monitoring. Resource anak tidak dapat dikirim dengan benar jika resource induknya belum memiliki ID SATUSEHAT.
🛑 Peringatan — Jaga kerahasiaan kredensial
Client ID, client secret, token akses, payload pasien, dan respons yang memuat identitas tidak boleh ditempel ke tiket atau dokumentasi umum. Gunakan kanal resmi rumah sakit saat meminta bantuan teknis.
Arti Checklist
- Wajib diisi: field tidak boleh kosong karena dipakai sebagai field wajib FHIR/SATUSEHAT atau parent data.
- Harus sesuai: field harus memilih data referensi/mapping yang benar, misalnya ICD-10, LOINC, SNOMED CT, KFA, kode ruangan, dokter, atau organization.
- Harus benar: field harus valid formatnya, misalnya NIK 16 digit, tanggal benar, satuan benar, dan relasi antar-data tidak terbalik.
Urutan Pengisian di Aplikasi
- Lengkapi konfigurasi SATUSEHAT dan mapping referensi.
- Lengkapi master organisasi, lokasi, tenaga kesehatan, pasien.
- Isi pendaftaran/kunjungan sampai terbentuk Encounter.
- Isi data klinis: keluhan, anamnesis, diagnosis, tanda vital/observasi, tindakan, pemeriksaan penunjang.
- Isi farmasi: data obat, resep, penyerahan obat.
- Isi resume/rencana kontrol/care plan bila dipakai.
- Cek dashboard/monitoring SATUSEHAT.
- Jalankan sinkronisasi/kirim ulang setelah data diperbaiki.
1. Konfigurasi dan Mapping SATUSEHAT
Menu/area terkait:
- Pengaturan SATUSEHAT.
- Mapping
CodeReferencedanTypeCodeReference. - Mapping LOINC, SNOMED CT, KFA.
- Mapping tindakan, parameter hasil, dan barang farmasi.
Wajib diisi:
- Client ID SATUSEHAT.
- Client secret SATUSEHAT.
- Auth URL dan base URL environment yang benar.
- Organization ID fasyankes.
- Standar zona waktu SATUSEHAT sesuai lokasi RS.
Harus sesuai:
- Environment sandbox/production jangan tertukar.
- Mapping tindakan harus sesuai jenis layanan yang dipakai.
- Mapping parameter lab harus mengarah ke LOINC yang benar.
- Mapping obat harus mengarah ke KFA/BZA/POA/POV yang benar.
- Mapping SNOMED CT dipakai untuk keluhan, alergi, faktor risiko, atau assessment yang memerlukan SNOMED.
Harus benar:
- Secret tidak boleh salah spasi/karakter.
- URL tidak boleh salah domain.
- Kode mapping tidak boleh memakai display yang mirip tetapi konsepnya berbeda.
- Satu parameter pemeriksaan jangan dimapping ke beberapa kode aktif yang bertentangan.
2. Master Organisasi (Organization)
Diisi pada master unit/instalasi/organization yang menjadi sumber Organization.
Wajib diisi:
- Kode/ID unit lokal.
- Nama organisasi/unit.
- Status aktif.
- Parent organization bila unit berada di bawah RS/instalasi.
Harus sesuai:
- Parent organization harus organisasi yang sudah valid.
- Jenis/type organisasi harus sesuai fungsi unit.
- Organization ID fasyankes harus sesuai data SATUSEHAT RS.
Harus benar:
- Nama unit tidak boleh singkatan yang ambigu jika dipakai untuk pengiriman.
- Unit nonaktif jangan ikut dikirim sebagai aktif.
- Jika gagal terkirim, resource lain yang mengarah ke organization tersebut juga akan gagal.
3. Master Lokasi (Location)
Diisi pada master ruangan, ruang kamar, dan tempat tidur.
Wajib diisi:
- Kode lokasi.
- Nama lokasi/ruangan/kamar/bed.
- Status aktif.
- Managing organization.
- Parent location untuk kamar dan bed.
- Physical type lokasi, misalnya ruangan/kamar/bed.
Harus sesuai:
- Ruangan harus mengarah ke organization yang benar.
- Kamar harus mengarah ke ruangan.
- Bed harus mengarah ke kamar.
- Jenis lokasi harus sesuai penggunaan pelayanan.
Harus benar:
- Hirarki lokasi tidak boleh terbalik.
- Lokasi yang dipilih pada kunjungan harus lokasi yang sudah punya ID SATUSEHAT.
- Tempat tidur nonaktif/kosong master jangan dipakai untuk encounter rawat inap.
4. Master Tenaga Kesehatan (Practitioner)
Diisi pada master pegawai/dokter/perawat/petugas.
Wajib diisi:
- NIK tenaga kesehatan.
- Nama lengkap.
- Jenis kelamin.
- Tanggal lahir.
- Status aktif.
- Profesi/kualifikasi bila tersedia.
Harus sesuai:
- Dokter DPJP, dokter pemeriksa, perawat, analis, radiografer, apoteker harus terdaftar sebagai practitioner jika dipakai sebagai performer/requester/author.
- NIP/SIP/STR diisi sesuai data resmi bila aplikasi menyediakan field tersebut.
Harus benar:
- NIK 16 digit dan bukan nomor contoh.
- Nama dan tanggal lahir sesuai identitas resmi.
- Jangan memakai akun petugas administrasi sebagai dokter/performer klinis.
- Jika practitioner belum punya ID SATUSEHAT, encounter, diagnosis, resep, hasil, dan dokumen yang memakai petugas tersebut berisiko gagal.
5. Master Pasien (Patient)
Diisi pada master pasien.
Wajib diisi:
- NIK pasien.
- Nomor rekam medis.
- Nama lengkap.
- Jenis kelamin.
- Tanggal lahir.
- Alamat.
- Status pasien aktif/hidup.
Harus sesuai:
- NIK, nama, tanggal lahir, dan jenis kelamin harus sesuai identitas resmi.
- Wilayah alamat diisi sesuai master wilayah bila tersedia.
- Nomor telepon diisi bila ada dan valid.
Harus benar:
- NIK 16 digit.
- Tanggal lahir bukan tanggal input.
- Jenis kelamin tidak boleh tertukar.
- Nama jangan memakai gelar/karakter tambahan yang membuat pencarian pasien gagal, kecuali memang format SIMGOS mewajibkan.
- Pasien harus sudah berhasil mendapat ID SATUSEHAT sebelum transaksi klinis dikirim.
6. Consent dan KYC Pasien
Diisi pada form persetujuan/akses SATUSEHAT pasien bila alur RS menggunakan consent.
Wajib diisi:
- Pasien.
- Status persetujuan.
- Tanggal persetujuan.
- Organization/fasyankes.
- Scope/category/policy rule bila tersedia di form.
Harus sesuai:
- Status consent sesuai jawaban pasien.
- Organization sesuai RS/unit pengirim.
Harus benar:
- Jangan mengirim transaksi pasien yang belum memenuhi aturan consent internal RS.
- Jika KYC dipakai, lakukan verifikasi sebelum pengiriman data klinis.
7. Pendaftaran dan Kunjungan (Encounter)
Diisi dari proses pendaftaran, kunjungan rawat jalan/IGD/rawat inap, dan pulang.
Wajib diisi:
- Nomor pendaftaran.
- Pasien.
- Tanggal/jam masuk.
- Jenis kunjungan/class: rawat jalan, rawat inap, IGD, atau sesuai mapping.
- Ruangan/lokasi pelayanan.
- Dokter/DPJP atau tenaga kesehatan yang menangani.
- Status kunjungan.
- Tanggal/jam pulang/selesai saat encounter ditutup.
- Diagnosis saat status menjadi selesai.
Harus sesuai:
- Pasien harus sudah punya ID SATUSEHAT.
- Dokter/DPJP harus sudah punya ID SATUSEHAT.
- Lokasi pelayanan harus sudah punya ID SATUSEHAT.
- Status encounter mengikuti fase: datang, sedang dilayani, selesai.
- Diagnosis encounter harus mengarah ke Condition yang sudah terbentuk.
Harus benar:
- Tanggal masuk tidak boleh setelah tanggal pulang.
- Kunjungan rawat inap harus memakai lokasi rawat inap/bed yang benar.
- Encounter jangan difinalkan jika diagnosis belum lengkap.
- Jika data pulang diubah, encounter perlu dikirim ulang/update.
8. Keluhan Utama, Anamnesis, Riwayat Penyakit
Diisi pada form rekam medis/anamnesis.
Resource yang terbentuk:
ConditionKeluhanUtama.ConditionAnamnesis.ConditionRiwayatPenyakitDahulu.ObservationRiwayatLainya.ObservationFaktorRisiko.
Wajib diisi:
- Kunjungan/nomor pendaftaran.
- Pasien.
- Tanggal/jam pemeriksaan.
- Petugas/dokter pencatat.
- Keluhan/riwayat yang dipilih atau ditulis.
- Kode SNOMED CT/terminologi bila form menyediakan combo mapping.
Harus sesuai:
- Keluhan atau riwayat yang bersifat kondisi penyakit memakai
Condition. - Riwayat perilaku/faktor risiko memakai
Observation. - Pilihan SNOMED CT harus sesuai makna klinis, bukan hanya mirip nama.
Harus benar:
- Jangan meninggalkan field kode kosong jika form menyediakan pilihan SATUSEHAT.
- Narasi boleh diisi, tetapi kode tetap diperlukan untuk pengiriman terstruktur.
- Tanggal pemeriksaan mengikuti waktu pelayanan, bukan waktu input ulang.
9. Diagnosis (Condition)
Diisi pada form diagnosis pasien.
Wajib diisi:
- Nomor pendaftaran/kunjungan.
- Dokter/penanggung jawab.
- ICD-10 diagnosis.
- Jenis diagnosis: utama, sekunder, masuk, keluar, atau sesuai pilihan aplikasi.
- Status diagnosis.
- Tanggal diagnosis bila tersedia.
Harus sesuai:
- Diagnosis utama harus ditandai dengan benar.
- ICD-10 harus sesuai diagnosis dokter.
- Diagnosis akhir/pulang harus tersedia sebelum encounter ditutup.
Harus benar:
- Satu diagnosis dikirim sebagai satu Condition.
- Jangan memakai ICD yang tidak aktif/tidak sesuai kasus.
- Diagnosis ganda harus diinput sebagai beberapa baris, bukan digabung dalam satu teks.
10. Tanda Vital dan Observasi Klinis (Observation)
Diisi pada form tanda vital, pemeriksaan fisik, nutrisi, faktor risiko, nyeri, dan skala assessment.
Wajib diisi:
- Pasien/kunjungan.
- Tanggal/jam pemeriksaan.
- Petugas pemeriksa.
- Jenis observasi.
- Nilai hasil.
- Satuan bila hasil numerik.
Harus sesuai:
- Jenis observasi harus punya mapping LOINC/SNOMED CT sesuai use case.
- Satuan harus sesuai jenis nilai, misalnya kg, cm, mmHg, Cel, beats/min.
- Skor assessment memakai total skor dan/atau komponen item sesuai form.
Harus benar:
- Nilai numerik jangan ditulis bersama satuan di field angka.
- Waktu pemeriksaan tidak boleh sebelum tanggal kunjungan.
- Hasil final harus benar sebelum dikirim.
- Jangan mengirim observation tanpa encounter.
11. Tindakan (Procedure)
Diisi pada form tindakan/prosedur pelayanan.
Wajib diisi:
- Kunjungan.
- Pasien.
- Tindakan.
- Tanggal/jam tindakan.
- Dokter/petugas pelaksana.
- Status tindakan.
Harus sesuai:
- Tindakan harus sudah dimapping ke kode yang diterima SATUSEHAT.
- Lokasi dan encounter harus sesuai tempat tindakan.
- Jika tindakan terkait diagnosis, diagnosis tersebut harus sudah ada.
Harus benar:
- Tindakan batal jangan dikirim sebagai completed.
- Jam tindakan tidak boleh di luar periode encounter tanpa alasan.
- Nama tindakan lokal tidak cukup; mapping terminologi harus tersedia.
12. Permintaan Pemeriksaan (ServiceRequest)
Diisi dari order laboratorium, radiologi, EKG, jadwal kontrol, atau rencana rawat inap.
Wajib diisi:
- Nomor order/identifier.
- Pasien.
- Encounter.
- Tanggal order.
- Dokter/requester.
- Jenis pemeriksaan/permintaan.
- Status order.
- Intent/prioritas bila tersedia.
Harus sesuai:
- Pemeriksaan lab/radiologi/EKG harus punya mapping LOINC/SNOMED CT sesuai konfigurasi.
- Performer atau unit tujuan harus sesuai unit pelaksana.
- Jadwal kontrol/rencana rawat inap harus punya tanggal rencana.
Harus benar:
- Order yang dibatalkan jangan dikirim sebagai aktif/completed.
- Pemeriksaan penunjang harus dikirim sebelum hasil
Observation/DiagnosticReportyang mengacu kepadanya.
13. Spesimen (Specimen)
Diisi dari order/penerimaan sampel laboratorium atau PA.
Wajib diisi:
- Nomor spesimen/accession.
- Pasien.
- Jenis spesimen.
- Tanggal/jam pengambilan.
- Petugas pengambil bila tersedia.
- Tanggal/jam diterima lab bila tersedia.
- Order pemeriksaan terkait.
Harus sesuai:
- Jenis spesimen sesuai pilihan referensi.
- Cara pengambilan/kondisi/volume diisi sesuai data sebenarnya bila form menyediakan.
requestharus mengarah ke order yang benar.
Harus benar:
- Waktu diterima tidak boleh sebelum waktu pengambilan.
- Nomor spesimen tidak boleh dipakai untuk pasien lain.
- Spesimen PA/lab jangan tertukar.
14. Hasil Pemeriksaan (Observation dan DiagnosticReport)
Diisi dari hasil laboratorium, radiologi, PA, EKG, dan pemeriksaan penunjang.
Wajib diisi untuk Observation:
- Order terkait.
- Pasien.
- Encounter.
- Parameter pemeriksaan.
- Nilai hasil.
- Satuan/interpretasi bila ada.
- Tanggal/jam hasil.
- Petugas/validator.
Wajib diisi untuk DiagnosticReport:
- Nomor laporan.
- Kategori pemeriksaan.
- Kode laporan.
- Pasien.
- Encounter.
- Tanggal efektif dan tanggal terbit.
- Performer/unit pemeriksa.
- Kesimpulan atau hasil terkait.
Harus sesuai:
- Parameter hasil harus sudah dimapping ke LOINC.
DiagnosticReport.resultharus mengarah ke Observation hasil.DiagnosticReport.specimenharus mengarah ke Specimen bila pemeriksaan memakai sampel.- Radiologi dapat mengarah ke ImagingStudy bila tersedia.
Harus benar:
- Hasil final jangan dikirim jika masih draft.
- Nilai abnormal/interpretasi harus sesuai hasil lab.
- Hasil numerik harus memakai field angka dan satuan yang benar.
- Kesimpulan radiologi/PA jangan kosong jika laporan sudah final.
15. Radiologi (ImagingStudy)
Diisi/terbentuk dari pemeriksaan radiologi dan integrasi image/webhook bila tersedia.
Wajib diisi:
- Nomor pemeriksaan/order.
- Pasien.
- Encounter.
- Data image/study ID bila tersedia.
Harus sesuai:
- ImagingStudy harus sesuai pemeriksaan radiologi pasien tersebut.
- DiagnosticReport radiologi mengacu ke ImagingStudy yang benar.
Harus benar:
- Jangan menempelkan image ID pasien lain.
- Jika image belum tersedia, jangan finalkan relasi imaging sampai data lengkap.
16. Data Obat (Medication)
Diisi dari master barang farmasi dan mapping KFA.
Wajib diisi:
- Kode barang lokal.
- Nama obat.
- Kode KFA/mapping obat.
- Bentuk sediaan.
- Status aktif.
- Ingredient/komposisi, terutama untuk racikan.
Harus sesuai:
- KFA harus sesuai nama, kekuatan, bentuk, dan satuan obat.
- Satuan obat harus sesuai aturan farmasi.
- Obat racikan harus punya ingredient yang benar.
Harus benar:
- Jangan memilih KFA yang hanya mirip nama tetapi beda dosis/kekuatan.
- Obat nonaktif jangan dipakai di resep aktif.
- Medication harus valid sebelum resep dikirim.
17. Resep Obat (MedicationRequest)
Diisi dari order resep.
Wajib diisi:
- Nomor resep.
- Pasien.
- Encounter.
- Dokter/requester.
- Tanggal resep.
- Obat/Medication.
- Dosis dan aturan pakai.
- Jumlah.
- Status resep.
- Intent dan kategori resep.
Harus sesuai:
- Obat harus sudah punya mapping KFA dan resource Medication.
- Diagnosis/alasan terapi diisi bila form menyediakan.
- Penjamin/insurance diisi bila alur memakai coverage.
Harus benar:
- Dosis, frekuensi, rute, durasi, dan jumlah tidak boleh kosong.
- Resep racikan harus lengkap komposisinya.
- Resep batal jangan dikirim sebagai active.
18. Tebus/Penyerahan Obat (MedicationDispense)
Diisi saat farmasi menyiapkan/menyerahkan obat.
Wajib diisi:
- Resep terkait.
- Obat/Medication.
- Pasien.
- Encounter.
- Petugas farmasi.
- Lokasi/depo farmasi.
- Jumlah diserahkan.
- Tanggal/jam disiapkan.
- Tanggal/jam diserahkan.
- Aturan pakai.
Harus sesuai:
authorizingPrescriptionharus resep yang benar.- Jumlah serah sesuai transaksi farmasi.
- Lokasi farmasi harus location yang valid.
Harus benar:
- Obat belum diserahkan jangan dikirim sebagai completed.
- Tanggal diserahkan tidak boleh sebelum tanggal disiapkan.
- Substitusi obat harus dicatat jika terjadi penggantian.
19. Alergi dan Intoleransi (AllergyIntolerance)
Diisi pada riwayat alergi pasien.
Wajib diisi:
- Pasien.
- Tanggal dicatat.
- Jenis alergi: obat, makanan, lingkungan, atau lain-lain.
- Zat/penyebab alergi.
- Status klinis/verifikasi.
- Petugas pencatat.
Harus sesuai:
- Alergi obat harus mengarah ke kode obat/KFA/BZA bila tersedia.
- Alergi non-obat memakai SNOMED CT atau referensi yang sesuai.
Harus benar:
- Bedakan alergi dan efek samping biasa.
- Jangan mengisi “tidak ada alergi” sebagai alergi aktif.
- Jika alergi sudah tidak aktif, status harus diperbarui.
20. Resume Medis/Dokumen (Composition)
Diisi dari resume medis, resume pulang, atau dokumen klinis.
Wajib diisi:
- Nomor dokumen.
- Status dokumen.
- Tipe/kategori dokumen.
- Pasien.
- Encounter.
- Tanggal dokumen.
- Author/dokter.
- Custodian/organization.
- Judul.
- Section/ringkasan isi.
Harus sesuai:
- Section harus mengambil data klinis yang sudah benar: diagnosis, tindakan, hasil, obat, instruksi.
- Author harus practitioner yang valid.
Harus benar:
- Resume pulang jangan dibuat final sebelum data pulang, diagnosis, tindakan, dan obat selesai.
- Jangan mengirim dokumen kosong atau section tanpa referensi.
21. Rencana Perawatan dan Jadwal Kontrol (CarePlan)
Diisi pada rencana perawatan atau rencana kontrol.
Wajib diisi:
- Pasien.
- Encounter.
- Dokter/author.
- Tanggal dibuat.
- Status.
- Intent.
- Judul rencana.
- Deskripsi/instruksi.
- Tanggal kontrol/rencana bila ada.
Harus sesuai:
- Rencana kontrol konsisten dengan ServiceRequest jadwal kontrol bila keduanya dipakai.
- Dokter dan lokasi tujuan kontrol harus benar.
Harus benar:
- Tanggal kontrol tidak boleh sebelum tanggal kunjungan.
- Instruksi kontrol harus jelas.
22. Catatan Pengobatan (MedicationStatement)
Diisi untuk obat yang sedang/pernah dikonsumsi pasien bila form tersedia.
Wajib diisi:
- Pasien.
- Encounter/konteks.
- Obat/Medication.
- Status penggunaan obat.
- Tanggal efektif.
- Sumber informasi.
- Dosis bila tersedia.
Harus sesuai:
- Obat harus mengarah ke Medication yang valid.
- Sumber informasi dapat pasien/dokter/rekam medis sesuai fakta.
Harus benar:
- Jangan disamakan dengan resep baru. MedicationStatement adalah catatan pemakaian obat.
23. Respon Kuesioner (QuestionnaireResponse)
Diisi dari form skrining, assessment, atau registry.
Wajib diisi:
- Questionnaire/form yang dipakai.
- Pasien.
- Encounter.
- Tanggal pengisian.
- Pengisi/author/source.
- Semua item pertanyaan wajib.
- Status jawaban.
Harus sesuai:
- Jawaban harus mengikuti tipe item: pilihan, angka, teks, tanggal.
- Jika form menghasilkan Observation/Condition juga, pastikan keduanya konsisten.
Harus benar:
- Jangan finalkan questionnaire bila item wajib belum dijawab.
- Skor total harus sesuai detail item.
24. Episode Perawatan (EpisodeOfCare)
Diisi/terbentuk untuk episode perawatan yang menaungi satu atau beberapa encounter.
Wajib diisi:
- Pasien.
- Organization pengelola.
- Status episode.
- Periode mulai.
- Riwayat status bila tersedia.
Harus sesuai:
- Encounter yang masuk episode harus milik pasien yang sama.
- Organization harus organization yang valid.
Harus benar:
- Periode episode tidak boleh bertentangan dengan periode encounter.
25. Billing: Coverage, Account, ChargeItem, Invoice
Diisi jika modul billing SATUSEHAT dipakai.
Coverage wajib diisi:
- Pasien/beneficiary.
- Status coverage.
- Penjamin/payor.
- Nomor peserta/subscriber ID.
- Jenis penjamin.
Account wajib diisi:
- Pasien/subject.
- Owner/organization.
- Status account.
- Periode layanan.
- Coverage terkait bila ada.
ChargeItem wajib diisi:
- Kode item layanan.
- Pasien.
- Encounter/context.
- Jumlah/quantity.
- Account.
- Performer bila tersedia.
Invoice wajib diisi:
- Account/tagihan terkait.
- Status invoice.
- Item/tagihan yang sudah final.
Harus sesuai:
- Penjamin di pendaftaran, billing, dan coverage harus sama.
- Account mengarah ke encounter/tagihan yang benar.
Harus benar:
- Tagihan belum final jangan dikirim sebagai invoice final.
- Item batal/retur jangan ikut terkirim sebagai charge aktif.
26. Monitoring dan Pengiriman
Menu/area terkait:
- Dashboard SATUSEHAT.
- Monitoring resource.
- Sinkronisasi.
- Kirim resource/send resource.
Wajib dicek:
- Resource memiliki ID SATUSEHAT atau belum.
- Resource masih antre kirim (
send = 1) atau sudah selesai (send = 0). - Response error dari SATUSEHAT.
- Master parent sudah terkirim.
Harus sesuai:
- Kirim master lebih dulu, lalu transaksi.
- Perbaiki mapping sebelum mengirim ulang resource yang gagal karena kode.
- Perbaiki data sumber sebelum mengirim ulang resource yang gagal karena field kosong/salah.
Harus benar:
- Jangan hanya menekan kirim ulang tanpa memperbaiki penyebab error.
- Jika error menyebut reference tidak ditemukan, cek ID SATUSEHAT parent.
- Jika error menyebut coding invalid, cek mapping terminologi.
- Jika error menyebut required, cek field wajib di form sumber.
Checklist Cepat Sebelum Sinkronisasi
- Pasien punya NIK valid dan ID SATUSEHAT.
- Dokter/DPJP punya ID SATUSEHAT.
- Ruangan/lokasi punya ID SATUSEHAT.
- Organization fasyankes/unit punya ID SATUSEHAT.
- Encounter sudah terbentuk dan statusnya benar.
- Diagnosis ICD-10 sudah diisi.
- Tindakan/pemeriksaan punya mapping.
- Hasil pemeriksaan punya nilai, satuan, tanggal, dan performer.
- Obat punya mapping KFA.
- Resep punya dosis, jumlah, aturan pakai, dan dokter.
- Spesimen punya jenis, nomor, waktu ambil/terima.
- Resume/care plan hanya final setelah data klinis lengkap.
- Tidak ada field tanggal yang terbalik.
- Tidak ada pasien/dokter/lokasi yang tertukar.
- Error sebelumnya sudah diperbaiki sebelum kirim ulang.
Penyebab Gagal Kirim yang Paling Sering
- Pasien belum punya ID SATUSEHAT.
- Dokter/Practitioner belum ditemukan atau NIK salah.
- Location/Organization belum terkirim.
- Encounter dikirim selesai tetapi diagnosis belum ada.
- ICD-10, LOINC, SNOMED CT, atau KFA belum dimapping.
- Nilai hasil pemeriksaan kosong atau satuannya salah.
- Tanggal/jam tidak valid.
- Field JSON/referensi rusak karena data sumber tidak lengkap.
- Resep mengarah ke Medication yang belum valid.
- DiagnosticReport mengarah ke Observation/Specimen yang belum terkirim.